Home / Bandar Lampung / Berita terkini / Berita utama / Daerah / Headline / Lampung / Nasional / News / Pemerintah

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:32 WIB

Langkah Dinkes Memutus Mata Rantai HIV AIDS di Bandar Lampung

Bandar Lampung, Hariansultan.com – Tingginya angka temuan kasus HIV di Kota Bandar Lampung belakangan ini bukan menjadi sinyal darurat wabah baru.

Sebaliknya, hal tersebut merupakan indikator keberhasilan Dinas Kesehatan (Diskes) dalam membongkar fenomena “gunung es” penyakit menular tersebut di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Diskes kini menerapkan strategi jemput bola dengan turun langsung ke berbagai lokus.

Hasilnya, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk penapisan (screening) HIV melampaui target hingga lebih dari 119 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung, Muhtadi A. Temenggung, menegaska tingginya angka temuan justru menunjukkan keberhasilan pelacakan.

“Jika capaian sudah di atas 100 persen, artinya mitigasi risiko keberlanjutan penyebaran sudah kita tangani. Ini bukan darurat, melainkan bukti keseriusan kita memutus mata rantai penularan menuju target Eliminasi HIV 2030,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, Diskes memfokuskan screening terhadap delapan kelompok indikator SPM, yakni ibu hamil, penderita TBC, penderita Infeksi Menular Seksual (IMS).

Baca Juga  Bukan Sekadar Bertanding, FORNAS Jadi Wadah Semangat Kolektif Masyarakat Lampung

Kemudian Wanita Pekerja Seksual (WPS), Lelaki Seks Lelaki (LSL), waria, Pengguna Narkoba Suntik (Penasun), serta Warga Binaan Pemasyarakatan.

Terkait temuan reaktif, termasuk 227 kasus pada kelompok LSL, dr. Liskha menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil kerja aktif petugas di lapangan.

Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan akses pengobatan sehingga potensi penularan dapat ditekan.

Khusus ibu hamil, Diskes menerapkan program Triple Eliminasi secara gratis. Setiap ibu hamil wajib menjalani screening HIV, sifilis, dan hepatitis guna mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Kemudian, untuk layanan pengobatan, sebanyak 31 puskesmas di Bandarlampung telah memberikan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP).

Diskes juga menerapkan strategi Fast Track 95-95-95, yakni 95 persen Orang Dengan HIV (ODHIV) terdiagnosis, 95 persen mendapatkan terapi Antiretroviral (ARV), dan 95 persen mencapai supresi virus.

Baca Juga  Provinsi Lampung Lestarikan Naskah Kuno Nusantara Bersama Perpustakaan Nasional

“Pasien yang rutin minum obat sesuai dosis dapat menekan jumlah virus dalam tubuhnya. Dengan kondisi tersupresi, virus tidak lagi mudah menular dan harapan hidup tetap panjang serta produktif,” jelasnya.

Selain itu, guna dalam menjangkau lokus khusus seperti tempat hiburan malam, Diskes menggandeng lintas sektor, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga komunitas Indonesia AIDS Coalition (IAC).

Pemkot Bandarlampung juga menjamin penuh kerahasiaan identitas pasien secara by name by address.

Diskes mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks. HIV tidak menular melalui pelukan, sentuhan, berbagi alat makan, obrolan, maupun penggunaan toilet umum.

“Penularan hanya terjadi melalui kontak darah, hubungan seksual tidak aman, serta dari ibu positif ke anak yang dikandungnya,” tandasnya.

 

(Red)

Loading

Share :

Baca Juga

Berita terkini

Bupati Tubaba Sampaikan Rekomendasi LKPJ TA 2024 Pada Rapat Paripurna DPRD

Bandar Lampung

Walikota Bandar Lampung Terima Audensi Dari Kementerian Haji & Umrah 

Bandar Lampung

Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana Hadiri Kegiatan Safari Ramadhan 1446 H di Kecamatan Kedamaian 

Berita terkini

Firsada Hadiri Pelantikan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama

Bandar Lampung

Langkah Konkret Lestarikan Sejarah, Rumah Daswati Didorong Jadi Cagar Budaya

Berita terkini

Pj Bupati Tulang Bawang Drs.Qudrotul Ikhwan Resmikan Galeri Dekranasda, Wahana Promosi Produk UMKM Tulang Bawang

Bandar Lampung

Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga Pesisir Barat Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Bandar Lampung

Gubernur Lampung Dorong ASN Optimalkan Lampung In untuk Percepat Layanan Publik Digital