Bupati Tulang Bawang Dampingi Gubernur Lampung Tinjau Keberhasilan Bed Dryer Gapoktan Wono Agung

TULANG BAWANG, Hariansultan.com — Hilirisasi hasil pertanian menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai jual gabah sekaligus memperkuat kesejahteraan petani. Upaya tersebut terlihat dari keberhasilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wono Agung, Kecamatan Rawajitu Selatan, dalam memanfaatkan bantuan bed dryer dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kunjungan kerja ke Kampung Wono Agung, Kecamatan Rawajitu Selatan, Selasa (24/06/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung hasil pemanfaatan bantuan bed dryer yang disalurkan Pemerintah Provinsi Lampung kepada Gapoktan pada Tahun Anggaran 2025. Dari sejumlah Gapoktan penerima bantuan, Gapoktan Wono Agung menjadi salah satu penerima yang berhasil mengoptimalkan alat tersebut dalam mendukung peningkatan pendapatan petani.

Bupati Qudrotul Ikhwan menyampaikan bahwa keberhasilan Gapoktan Wono Agung menunjukkan pentingnya pemanfaatan bantuan pertanian secara optimal, produktif, dan berkelanjutan. Menurutnya, inovasi pascapanen seperti bed dryer tidak hanya membantu menjaga kualitas gabah, tetapi juga memberikan nilai tambah yang nyata bagi petani.

“Bantuan ini harus benar-benar menjadi penggerak peningkatan ekonomi petani. Ketika gabah dapat diolah dengan baik hingga memiliki kualitas dan nilai jual yang lebih tinggi, maka manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati Qudrotul Ikhwan.

Baca Juga  Dinas PUPR Tubaba gerak cepat perbaiki talang Air gedung sesat agung tersumbat kotoran lumut

Saat ini, gabah yang dipanen dalam kondisi Gabah Kering Panen (GKP) dapat dijual petani dengan harga sekitar Rp7.000 per kilogram. Namun, melalui proses pengeringan menggunakan bed dryer selama kurang lebih sembilan jam, gabah dapat mencapai kadar air 13 persen dan memiliki nilai jual sekitar Rp8.500 per kilogram.

Dengan biaya jasa pengeringan sekitar Rp300 per kilogram, petani tetap memperoleh peningkatan nilai jual yang signifikan. Hal ini menjadi bukti bahwa pengolahan pascapanen yang tepat mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat posisi tawar petani.

Lebih lanjut, bed dryer tersebut telah terintegrasi dengan mesin penggilingan padi. Gabah yang telah mencapai kadar air 13 persen dapat langsung dilanjutkan ke proses penggilingan hingga menghasilkan beras dengan harga jual sekitar Rp13.100 per kilogram.

Seluruh beras hasil produksi Gapoktan Wono Agung tersebut diserap oleh Bulog, sehingga memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi petani serta memperkuat rantai ekonomi pertanian di wilayah Rawajitu Selatan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi keberhasilan Gapoktan Wono Agung dalam memanfaatkan bantuan bed dryer. Ia menilai keberhasilan tersebut perlu menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya agar bantuan pemerintah dapat dikelola secara maksimal dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani.

Baca Juga  Bupati Tulang Bawang Kukuhkan Calon Paskibraka 2025: Momen Haru di Balik Sang Merah Putih

“Bantuan alat pertanian harus mampu menciptakan nilai tambah. Gapoktan Wono Agung telah menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang baik, gabah tidak hanya dijual sebagai hasil panen, tetapi dapat ditingkatkan kualitas dan nilai ekonominya hingga memberikan keuntungan lebih besar bagi petani,” ujar Gubernur Lampung.

Bupati Qudrotul Ikhwan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang akan terus mendukung penguatan sektor pertanian melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Lampung, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Keberhasilan ini menjadi semangat bersama untuk terus mendorong pertanian Tulang Bawang yang maju, mandiri, dan bernilai tambah. Pemerintah daerah akan terus hadir mengawal program-program yang mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani,” tegas Bupati.

Kunjungan kerja tersebut menjadi wujud nyata sinergi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pertanian yang produktif, berdaya saing, serta sejalan dengan semangat UDANG MANIS: Unggul, Damai, Aman, Nyaman, Guyub, Mandiri, Agamis, Natural, Inovatif, dan Sejahtera.

 

(Red)

Loading

Share :

Baca Juga

Berita terkini

SAFARI DAKWAH ULAMA PALESTINA DI TULANG BAWANG, PERKUAT SILATURAHMI DAN PERSAUDARAAN INDONESIA–PALESTINA

Bandar Lampung

Wulan Mirza Sambut Kepulangan Camelia, Anak Pringsewu yang Terlantar di Negeri Jiran

Bandar Lampung

Pujawali ke-80 Pura Jagat Kerthi Bhuana, Gubernur Apresiasi Semangat Umat Hindu Berperan Serta Membangun Lampung

Bandar Lampung

Gedung Perpustakaan Daerah Lampung Resmi Bernama Zainal Abidin Pagaralam

Berita terkini

Bupati Lampung Timur Hadiri Kegiatan Penutupan TMMD ke-124 T.A 2025 Kodim 0429

Bandar Lampung

Rakor Sekda se-Lampung, Gubernur Mirza Soroti Tantangan dan Solusi Pembangunan SDM

Berita terkini

Lakukan Perlawanan dan Berusaha Melarikan Diri, Residivis Curanmor di Tulang Bawang Dilumpuhkan Polisi

Berita terkini

Komunitas Kemanusiaan STMJ Bagikan Sembako Di Mojokerto