Home / Bandar Lampung / Berita terkini / Berita utama / Daerah / Lampung / Nasional / News / Pemerintah

Minggu, 21 Desember 2025 - 09:57 WIB

Dorong Hilirisasi Pertanian, Gubernur: Ubah Pola Pikir dari Jual Gabah Menjadi Jual Beras

Way Kanan, Hariansultan.com – Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nuar Maju, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Jumat (19/12/25). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau langsung fasilitas pengering padi (dryer), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan implementasi Desa Digital, dengan fokus utama mendorong percepatan hilirisasi pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.

​Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan perlunya perubahan pola pikir mendasar di sektor pertanian, yaitu transisi dari sekadar menjual gabah menjadi menjual beras (hilirisasi).

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas fenomena petani yang menjual gabah basah ke luar daerah (seperti Pringsewu, Metro, hingga Sumatera Selatan), yang kemudian dibeli kembali oleh masyarakat Way Kanan dalam bentuk beras dengan harga yang lebih tinggi akibat rantai distribusi yang panjang.

“Saya telah menghitung, masyarakat lampung setiap tahun harus mengeluarkan 300 sampai 400 miliar rupiah per tahun karena selisih harganya,” kata Gubernur.

Baca Juga  Sekdaprov Lampung Canangkan Zona Integritas, Dorong Birokrasi Bersih dan Melayani

​Gubernur menargetkan pembangunan ratusan unit mesin pengering (dryer) di desa-desa sentra padi pada tahun depan untuk menjaga stabilitas harga gabah. Di Way Bahuga sendiri, Gubernur mengapresiasi keberadaan Rice Milling Unit (RMU) yang sudah siap beroperasi dan menantang pemerintah daerah setempat untuk segera memproduksi beras kemasan lokal.

​”Saya minta bulan Februari 2026 nanti, sudah ada peluncuran ‘Beras Way Kanan’. Pasarkan melalui koperasi, BUMDes, hingga warung-warung lokal. Biarkan masyarakat Way Kanan makan beras dari yang ditanam sendiri oleh saudara-saudaranya di Way Kanan. Itu namanya hilirisasi,” tambahnya.

​Terkait ketahanan pangan, Gubernur memastikan bahwa di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian. Hal ini terlihat dari kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk padi dan jagung, serta jaminan suplai pupuk dengan harga subsidi (diskon 20%).

Baca Juga  Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa, Yonif 330 Gelorakan Semangat Persatuan pada Momen HUT RI ke 79

​Kelancaran distribusi pupuk ini diklaim telah mendongkrak produksi padi Lampung secara signifikan, naik dari 2,7 juta ton menjadi 3,2 juta ton pada tahun ini.

​Selain pupuk subsidi, Pemprov Lampung juga menggulirkan program fasilitas Pupuk Organik Cair gratis di setiap desa, dengan target cakupan 100% desa pada tahun 2026. Uji coba program ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas lahan antara 15 hingga 20 persen.

​”Yang bisa bertahan hari ini adalah yang mampu beradaptasi dan berkolaborasi. Kita kolaborasi tujuan kita cuman satu, bagaimana masyarakat Lampung makmur terutama Kabupaten Way Kanan menjadi makmur. Mari sama-sama kita jadikan 5 tahun ke depan ini adalah menjadi momen Way Kanan ini menjadi maju, jadi sejahtera dan bisa memakmurkan rakyatnya,” tutup Gubernur.

 

(Red)

Loading

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Gubernur Lampung Apresiasi Kontribusi Warga Pasundan Dalam Pembangunan di Provinsi Lampung

Bandar Lampung

Hj. Eva Dwiana Terima Kunjungan Kejari Bandar Lampung 

Bandar Lampung

Diklat SPPI Batch 3 Tahun 2025 Resmi Ditutup, Provinsi Lampung Tegaskan Komitmen Dukung Penguatan SDM Pertahanan

Bandar Lampung

Seminar ‘Women In Charge’: Purnama Wulan Sari Ajak Perempuan Lampung Memimpin dengan Hati dan Berkarya dengan Aksi

Berita terkini

Yayasan Persaudaraan Bumi Sriwijaya Dapur SPPG kagungan ratu 1 salurkan CSR perbaiki jalan Rusak

Bandar Lampung

Waspadai El Nino 2026, Pemprov Lampung Matangkan Strategi Mitigasi Terpadu

Bandar Lampung

Walikota Bandar Lampung Pimpin Apel Pembukaan Kemah Kerukunan & Baksos Gerebek Sungai Lintas Agama Se-provinsi Lampung 

Bandar Lampung

PKU Akbar Jadi Momentum Penguatan Daya Saing UMKM Lampung