Home / Berita terkini / Berita utama / Daerah / Jawa Barat / Lampung / Nasional / News / Pemerintah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Keamanan Siber Diperkuat, Pemprov Lampung Raih Apresiasi Nasional dari BSSN

Jawa Barat, Hariansultan.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat keamanan ruang digital dan ketahanan siber daerah kembali membuahkan hasil.

Pemerintah Provinsi Lampung menerima piagam penghargaan kategori “Provinsi 100% Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Teregistrasi” dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), bertempat di Auditorium Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Depok, Selasa (6/10/2026).

​Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistyo Budi, kepada Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, pada acara Pengukuhan Bersama Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Sektor Pemerintahan dan Pembangunan Manusia.

​Apresiasi bergengsi tingkat nasional ini diberikan kepada Provinsi Lampung yang dinilai berhasil mendorong serta merealisasikan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (Computer Security Incident Response Team/CSIRT) di tingkat provinsi hingga mencakup 100 persen kabupaten/kota di seluruh wilayah Lampung.

​Capaian 100% TTIS teregistrasi ini membuktikan kesiapan terpadu Provinsi Lampung beserta seluruh pemerintah kabupaten/kota dalam mendeteksi, mencegah, menanggulangi, dan memulihkan insiden keamanan informasi di ruang digital publik secara cepat, tepat, dan terintegrasi di bawah koordinasi nasional BSSN.

​Ditemui usai menerima penghargaan, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi pelecut semangat bagi jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem digital di Lampung.

​”Pada pagi hari ini, kami mewakili Pak Gubernur Lampung menerima penghargaan dari BSSN RI sebagai sebagai salah satu provinsi yang TTIS-nya, seluruhnya lengkap di seluruh kabupaten/kota. Tentu saja ini merupakan sebuah apresiasi yang sangat baik bagi kami pemerintah daerah untuk bisa mengembangkan infrastruktur digital di daerah lebih baik lagi,” ujar Wagub Jihan.

Baca Juga  Walikota Bandar Lampung Hadiri Kegiatan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan.

​Wagub Jihan kemudian menekankan pentingnya pengawalan pembangunan transformasi digital agar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, tanpa mengesampingkan aspek ketahanan siber.

​”Doakan semoga kami bisa mengawal pembangunan infrastruktur digital lebih baik dan lebih maju lagi di seluruh kabupaten/kota, dan tentunya manfaatnya dirasakan oleh masyarakat dan juga daerah. Tentu saja diimbangi dengan keamanan digital di masing-masing kabupaten/kota. Terima kasih, salam Lampung Maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengingatkan bahwa keamanan siber dan persandian pada era modern telah bergeser dari sekadar urusan teknis piranti lunak menjadi komponen vital ketahanan nasional dan pertarungan geopolitik. Pasalnya, di balik sistem server pemerintah tersimpan data publik, transaksi perekonomian, hingga operasional layanan vital masyarakat.

BSSN mencatat tren eskalasi serangan siber yang menuntut kewaspadaan tinggi. Berdasarkan data National Cyber Operations Center BSSN, anomali trafik serangan yang sebelumnya berkisar 700 juta per tahun melonjak drastis hingga 5,5 miliar potensi serangan pada 2025. Hingga triwulan IV tahun 2026, tercatat sedikitnya 3,1 miliar potensi ancaman atau setara 133 potensi serangan per detik.

Baca Juga  Wagub Jihan Dorong Ruang dan Akses Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas

Menghadapi tantangan itu, Nugroho menyambut positif progres pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS/CSIRT) di tingkat pusat dan daerah yang saat ini telah mencapai 97 persen, meningkat tajam dari angka 50 persen di akhir 2024. Kepala BSSN secara khusus menggarisbawahi bahwa TTIS di daerah memegang fungsi vital sebagai instrumen tanggap mula saat krisis siber melanda.

“Tim Tanggap Insiden Siber organisasi adalah merupakan first responder, pihak pertama yang mengetahui dan bertindak pertama kali manakala terjadi insiden. Sehingga Tim Tanggap Insiden Siber organisasi dan sektor sejatinya adalah perpanjangan tangan dari NatCSIRT dalam hal ini BSSN di lapangan. Bukan hanya sekadar forwarder laporan,” tegas Kepala BSSN.

Nugroho menjabarkan bahwa penguatan TTIS wajib bertumpu pada perpaduan tiga pilar, yakni kapabilitas teknis (identifikasi, proteksi, deteksi, penanganan, dan pemulihan), tata kelola berlapis (*defense-in-depth* melalui SOP regulasi, pengamanan fisik, jaringan, aplikasi, dan enkripsi data), serta sertifikasi kecakapan personel pengawak.

“Pengukuhan hari ini adalah langkah awal sejatinya, bukan akhir. Kapabilitas Tim Tanggap Insiden Siber masih perlu terus diperkuat secara bertahap dan berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, kapabilitas deteksi, respons pemulihan, kompetensi SDM, hingga kolaborasi lintas sektor. Mari kita jaga ruang siber agar kita nyaman karena aman,” pungkas Nugroho.

 

(Red)

Loading

Share :

Baca Juga

Berita terkini

Aipda Solihin Kanit Reserse Tekab 308 Polsek Menggala, Berhasil Menangkap Pelaku Pencurian Yang Sempat Buron Selama 3 Tahun.

Bandar Lampung

Konsisten Jaga Akuntabilitas, Pemprov Lampung Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu

Mesuji

Wakil Bupati Mesuji Hadiri Pelantikan dan Sertijab TP-PKK Kabupaten/Kota

Bandar Lampung

Perempuan Berdaya, Lampung Maju, Pemprov Ajak Muslimah Ambil Peran Strategis

Bandar Lampung

Forkopimda Tubaba Gelar Aksi Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan 20KM

Bandar Lampung

IWO bentuk Tim sosial kontrol Soal menu MBG di keluhkan warga Tubaba

Bandar Lampung

LAMPUNG RAIH PENGHARGAAN ADIWIYATA MANDIRI DAN ADIWIYATA NASIONAL 2025

Bandar Lampung

Pemerintah Kota Bandar Lampung Perkuat Komitmen Lingkungan Melalui Rapat Monitoring Gerakan Indonesia Asri Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia