Home / Bandar Lampung / Berita terkini / Berita utama / Daerah / Lampung / Nasional / News / Pemerintah

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:15 WIB

Tinjau Buay Bahuga, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Tawarkan Solusi Konkret Infrastruktur dan Pemulihan Lahan Tani

Way Kanan, Hariansultan.com – Pada kunjungan kerjanya ke Nuar Maju Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Jumat (19/12/2025), Gubernur Rahmat Mirzani Djausal juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi dan memberikan solusi atas kendala pembangunan di wilayah ujung Kabupaten Way Kanan tersebut.

​Dalam sesi dialog, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menerima keluhan mendesak terkait infrastruktur dari warga Kampung Sukadana. Salah satu warga, Sunti Rahayu, menyampaikan bahwa jembatan penghubung utama di kampungnya telah terputus sejak tahun 2019. Jembatan dengan spesifikasi panjang 54 meter dan tinggi 30 meter tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga dan anak sekolah.

​Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mirza menyatakan komitmennya untuk segera mengkoordinasikan solusi pembangunan.

Baca Juga  Dalam Waktu 3 Jam, Dua Pelaku Curat Dinamo Listrik Ditangkap Polsek Banjar Agung

“Terkait jembatan, karena ini skalanya cukup besar dan APBD Kabupaten memiliki keterbatasan, kami akan upayakan melalui fasilitas Bantuan Presiden (Banpres) atau program jembatan gantung dari Pemerintah Pusat yang saat ini sedang dalam tahap inventarisasi data,” ujar Gubernur di hadapan warga dan Bupati Way Kanan yang turut mendampingi.

​Selain infrastruktur, sektor pertanian menjadi sorotan utama. Suradi, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabumi, mengungkapkan bahwa meskipun Indeks Pertanaman (IP) di wilayahnya telah mencapai IP 300 hingga IP 400, terjadi penurunan kualitas kesuburan tanah akibat pengolahan lahan yang intensif. Petani mengharapkan bantuan pembenah tanah seperti dolomit atau asam humat.

​Merespons aspirasi petani, Gubernur menawarkan solusi yang lebih efisien dan terjangkau. Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) hayati sebagai alternatif pembenah tanah.

Baca Juga  Langkah Nyata Dekranasda dan Pos Indonesia, UMKM Lampung Menuju Kelas Dunia

Sebagai solusi konkret, Gubernur menyediakan fasilitasi program POC yang telah teruji di 500 titik. Di Way Kanan sendiri terdapat 20 titik percontohan dengan target cakupan 6.400 hektare dan diaplikasikan sejak pengolahan tanah hingga fase generatif, Gubernur menginstruksikan agar petani memperbanyak penggunaan kompos untuk mengembalikan kesehatan tanah.

​Gubernur juga menekankan pentingnya validitas data dalam program Desaku Maju atau “Se-Desa”. Ia menginstruksikan seluruh Kepala Kampung untuk proaktif memperbarui data desa sehingga potensi dan kebutuhan riil di lapangan dapat dimonitor, termasuk data spasial lahan pertanian.

 

(Red)

Loading

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat

Berita terkini

Brigif 9/DY Kostrad Bukber Dengan Insan Jurnalis & Santunan Anak Yatim Piatu

Bandar Lampung

Festival Literasi Lampung 2026 Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Edukasi dan Rekreasi Keluarga

Bandar Lampung

Satelit Lampung-1 Segera Mengorbit, Lompatan Tinggi Gubernur Mirza Menuju Peradaban Modern

Bandar Lampung

Dalam Rangka HUT Ke-344 Tahun Pemkot Bandar Lampung Lakukan Ziarah Tabur Bunga

Berita terkini

Kadis Dinas Kesehatan Diduga Lari Dari Kejaran Wartawan Saat Hendak Di Wawancarai 

Bandar Lampung

Pemprov Lampung Dorong Optimalisasi Pembangunan Desa untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan

Bandar Lampung

Kejurda Padel Lampung 2026 Resmi Dimulai, Sekdaprov Tekankan Sportivitas dan Dorong Pembinaan Atlet