Home / Bandar Lampung / Berita terkini / Berita utama / Daerah / Lampung / Nasional / News / Pemerintah

Minggu, 6 September 2026 - 22:44 WIB

Gubernur Lampung Imbau Mastarakat Waspada Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau

Bandar Lampung, Hariansultan.com — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami erupsi.

Dalam monitoring bersama Pangdam XXI Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Kepolisian Daerah Lampung, BMKG, dan sejumlah kepala OPD terkait, Minggu (6/9/2026), Gubernur Mirza mendengarkan update kondisi terkini dari Pusdalops BPBD, BMKG, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi sekitar pukul 24.00 WIB pada Jumat malam, 4 September 2026. Aktivitas tersebut berlanjut pada Sabtu, 5 September 2026, sepanjang pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB, aktivitas erupsi sempat berhenti, namun kembali terpantau pada periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Gubernur Mirza mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan adanya aktivitas erupsi yang memerlukan pemantauan secara berkelanjutan.

“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi juga waspada. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan informasi yang diterima masyarakat adalah informasi yang akurat,” ujar Gubernur Mirza.

Baca Juga  Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana Lakukan Kegiatan Lomba Senam Tabola Bale dalam rangka Peringati Hari Sumpah Pemuda 

Dari pemantauan visual, Gunung Anak Krakatau terpantau tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati. Kondisi cuaca berawan dengan angin lemah dari arah timur laut dan barat laut. Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah barat daya dan sedikit ke arah barat laut, yang dipengaruhi kondisi angin pada periode sebelumnya.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dalam radius 3–5 kilometer serta mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya apabila terdapat paparan abu vulkanik. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker atau pelindung pernapasan.

Selain itu, masyarakat diminta menutup pintu, jendela, ventilasi, maupun celah masuk udara lainnya untuk mengurangi masuknya abu vulkanik ke dalam rumah. Apabila mengalami gangguan kesehatan atau keluhan akibat paparan abu vulkanik, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Baca Juga  Perkuat Akuntabilitas, Pemprov Lampung Dorong Kompetensi Pelaku PBJ

Gubernur Mirza menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan situasi secara berkala.

“Masyarakat tidak perlu panik. Ikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi,” kata Mirza.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian dalam konteks pemantauan gunung api aktif di Indonesia. Selain Gunung Anak Krakatau, sejumlah gunung api aktif lainnya yang juga menjadi bagian dari pemantauan antara lain Gunung Semeru, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Sinabung.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui BPBD akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pembaruan informasi dilakukan secara berkala, termasuk melalui grup informasi pada pukul 18.00 WIB dan Instagram Story @bpbdlampung.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, membatasi aktivitas di kawasan yang berpotensi terdampak abu vulkanik, serta mengikuti perkembangan informasi hanya dari sumber resmi pemerintah dan instansi yang berwenang.

 

(Red)

Loading

Share :

Baca Juga

Berita terkini

Kapolsek Menggala Bersama Bhayangkari Bagikan Takjil

Berita terkini

Polres Tulang Bawang Gelar Latihan Dalmas Secara Periodik, AKBP James Paparkan Tujuannya

Bandar Lampung

Jaga Lingkungan dan Cegah Bencana, Tahun 2025 Pemprov Lampung Tutup 20 Tambang Ilegal.

Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Gelar Operasi Pasar Murah Dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah 

Bandar Lampung

Gubernur Lampung Buka Festival Krakatau XXXV, Dorong Pariwisata Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

Berita terkini

Peletakan Batu Pertama Tugu Kerukunan di Kampung Penawar Rejo, Menjadi Simbol Kerukunan Masyarakat Udang Manis

Bandar Lampung

Pj. Gubernur Samsudin Serahkan Penghargaan Kepada Peraih Medali PON XXI Aceh-Sumut

Berita terkini

Lampung Catat Prestasi Nasional, Dipilih sebagai Tuan Rumah Penas Petani Nelayan 2029