Kisah Minak Indah Diangkat ke Animasi AI, Raih 20 Ribu Penonton dan Soroti Pentingnya Pelestarian Sejarah Lokal

TUBABA, Hariansultan.com – Upaya pelestarian sejarah lokal kembali mendapat warna baru melalui sentuhan teknologi digital. Kisah Minak Indah, yang memiliki nilai historis kuat di wilayah Lampung, kini hadir dalam bentuk video animasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah menarik perhatian publik.

Karya tersebut dikemas dalam lima episode dan dipublikasikan melalui akun TikTok milik Irawansyah, tokoh pemuda (Menganai) Tiyuh Panaragan. Hingga saat ini, rangkaian video tersebut telah ditonton lebih dari 20 ribu kali, serta menuai beragam respons dari masyarakat.

Kehadiran animasi ini dinilai mampu menghadirkan cerita sejarah dalam format yang lebih menarik, khususnya bagi generasi muda. Tak sedikit warganet memberikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi yang dilakukan dalam mengangkat kisah lokal ke ranah digital.

Namun demikian, di tengah apresiasi tersebut, muncul pula sejumlah saran dan kritik. Beberapa pihak mempertanyakan kejelasan rujukan alur cerita dalam animasi tersebut, karena belum mengetahui bahwa narasi yang disampaikan sebenarnya memiliki dasar dari sumber tertulis.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Gelar Operasi Pasar Murah Dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah 

Menanggapi hal itu, Irawansyah menegaskan bahwa kisah Minak Indah yang diangkat bukanlah sekadar cerita fiktif, melainkan merujuk pada buku yang telah diterbitkan dan menjadi acuan dalam penyusunan naskah animasi.

“Kisah ini memiliki rujukan yang jelas dari sumber tertulis. Tentu sudah saya sampaikan lebih terbuka agar masyarakat juga memahami dasar cerita yang disajikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kisah Minak Indah memiliki keterkaitan erat dengan Situs Keramat Gemol, salah satu situs bersejarah yang tercatat dalam peta Hindia Belanda. Dari penelusuran yang dilakukan, hanya terdapat dua situs keramat yang tertulis dalam peta Hindia Belanda tahun 1915, 1930 dan 1945 lembar 1 hingga 52 pada wilayah Residen Lampung, dan Keramat Gemol menjadi salah satunya.

Baca Juga  Bupati Tubaba Dampingi Wakil Gubernur Tinjau Preservasi Jalan di Wilayah Tubaba

Hal tersebut semakin memperkuat nilai historis dari kisah yang ia riwayatkan, sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian sejarah berbasis data dan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai kreator sekaligus tokoh pemuda Panaragan, Irawansyah berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat terhadap upaya yang ia lakukan. Menurutnya, karya berbasis budaya lokal seperti ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai media edukasi sekaligus promosi budaya daerah.

Ia juga menilai bahwa dukungan dari pemerintah akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas produksi serta memperluas jangkauan penyebaran informasi sejarah kepada masyarakat luas.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan generasi muda, diharapkan pelestarian sejarah lokal tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu berkembang mengikuti kemajuan teknologi di era digital.

 

(Red)

Loading

Share :

Baca Juga

Berita terkini

PEMKAB TULANG BAWANG GELAR RAKOR ABPEDNAS, BUPATI QUDROTUL IKHWAAN TEKANKAN SINERGI DUKUNG BPD

Bandar Lampung

Wali Kota Bandar Lampung Salurkan Bantuan Sembako di Vihara Buddha Bhaisajyaguru

Lampung

Pj. Gubernur Lampung Pantau Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Gratis di Puskesmas Gedong Tataan

Bandar Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung Gelar Acara Pelepasan Pj. Sekdaprov Fredy yang Memasuki Purna Bakti

Bandar Lampung

Sinergi Pemprov Lampung dan PT. KAI, Tingkatkan Layanan Transportasi Modern dan Nyaman

Bandar Lampung

Kinerja Ekonomi Lampung 2025 Menguat, Konsumsi dan Ekspor Jadi Motor Utama

Bandar Lampung

Pimpin Launching Tim dan Jersey, Gubernur Mirza Dorong Bhayangkara Presisi Lampung FC Raih Tiga Besar

Berita terkini

Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan Mengikuti Kegiatan Senam Bersama