Home / Bandar Lampung / Berita terkini / Berita utama / Daerah / Lampung / Nasional / News / Pemerintah

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemprov Lampung Lampung Dorong Penguatan Gizi dan Ekonomi Daerah Melalui Kegiatan MASAMO

Bandar Lampung, Hariansultan.com – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menggelar kegiatan MASAMO (Masak Bersama Master) bertempat di SPPG RAJABASA 3, Minggu (15/02/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan dan fasilitasi pengembangan usaha kreatif subsektor kuliner, sekaligus memperkuat peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penggerak ekonomi daerah.
Pelatihan yang diikuti 50 perwakilan SPPG se-Provinsi Lampung ini menghadirkan Chef Norman Ismail.

Dalam kegiatan tersebut para peserta dibekali keterampilan memasak skala besar serta pemahaman standar keamanan pangan, higienitas, sanitasi, pengelolaan dapur, hingga penyajian makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 1.007 unit SPPG di Lampung. Capaian tersebut menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi tercepat dan tertinggi secara persentase dalam pemenuhan pengadaan dapur MBG di Indonesia.

“Hampir seluruh target MBG di Lampung sudah terpenuhi. Artinya, anak-anak kita, ibu hamil, balita, hingga santri sudah menerima makanan bergizi setiap hari,” ujar Gubernur.

Sekitar 2,7 juta penerima manfaat kini dilayani setiap hari. Skala sebesar itu, menurut Gubernur, menciptakan kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan yang secara langsung menyerap hasil produksi petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM pangan.

“Lampung surplus ayam, telur, beras, dan sayuran, dengan SPPG, hasil produksi itu terserap,” katanya.

Dampak ekonomi SPPG bahkan dirasakan pada sektor yang sempat terdampak hambatan ekspor. Gubernur mencontohkan komoditas udang Lampung yang sempat menghadapi penolakan pasar luar negeri.

Baca Juga  Bukan dikeluarkan, Gina Siswa SMP ternyata mengundurkan diri sejak tahun 2023

“Ada puluhan ribu petambak udang yang terdampak. SPPG ikut menyerap produksi mereka. Jadi program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dan menyelamatkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Gubernur berharap terjadi peningkatan kualitas rasa dan kreativitas menu menjadi langkah berikutnya agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar memenuhi standar nutrisi, tetapi juga menghadirkan pengalaman makan yang berkesan bagi anak-anak.

“Kalau gizinya sudah cukup, tinggal satu yang harus kita tingkatkan: rasa. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, produktif, dan punya kenangan baik tentang makanan yang mereka terima,” katanya.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi capaian Lampung sebagai salah satu provinsi dengan jumlah dan persentase SPPG tertinggi secara nasional.

“Saat ini secara nasional sudah ada 21.897 SPPG yang melayani 65 juta penerima manfaat, dan ditargetkan mencapai 30.600 unit dengan 83 juta penerima manfaat tahun ini. Lampung menunjukkan bagaimana program ini bukan hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga membangkitkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Menurut Riefky, kehadiran SPPG menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga sektor jasa. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan profesional kuliner dalam program MASAMO menjadi contoh konkret ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga  Secara De Facto Capaian Realisasi APBD Provinsi Lampung Di Atas Rata-Rata Nasional

“Presiden mengamanahkan agar ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Dari dapur-dapur SPPG inilah perputaran ekonomi dimulai, dari desa hingga nasional,” katanya.

Ia menambahkan bahwa potensi Lampung tidak hanya terletak pada kuliner, tetapi juga pada fashion, kriya, kerajinan, dan sektor berbasis digital.

“Lampung juga mempunyai potensi yang luar biasa di fashion, kuliner, kriya, dan juga yang berbasis digital. Tugas kementerian ini adalah mencari brand-brand lokal, local hero, untuk didorong masuk ke level nasional. Setelah itu kita kurasi kembali, national champion kita dorong masuk ke market global,” kata Riefky.

Menurutnya, Presiden menginginkan agar brand Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi mampu bersaing di pasar internasional.

“Brand Indonesia tidak boleh hanya kuat di daerah sendiri, tetapi harus go global, mendunia. Itu yang menjadi tugas Kementerian Ekonomi Kreatif, termasuk mendukung Provinsi Lampung dan Kota Metro untuk bersama-sama mengkurasi brand-brand kerajinan yang akan kita dorong naik kelas,” tegasnya.

Diakhir, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya juga menegaskan bahwa MASAMO menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan profesional kuliner untuk mendukung prioritas Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kreatif.

 

(Red)

Loading

Share :

Baca Juga

Berita terkini

Bupati Novriwan Ajak Mahasiswa PKN STAN Tubaba Manfaatkan Beasiswa Untuk Perubahan Positif

Berita terkini

Cooling System Jelang Pilkada Serentak 2024, AKBP James Sambangi Tiga Parpol

Berita terkini

Peringati Hari Anak Nasional, Batin Wulan Kunjungi LPKA dan Salurkan Bantuan

Bandar Lampung

Paskibraka Provinsi Lampung 2025 Siap Jalankan Tugas di HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Berita terkini

Tuntut PPPK Penuh Waktu, Forum Komunikasi R2 R3 Tubaba Gelar Aksi Damai di Pemkab & DPRD Setempat

Berita terkini

Bakti Sosial SMSI Tulang Bawang Kepada Murid Sekolah Dasar Negeri Tri Tunggal Jaya 

Bandar Lampung

FWTB Minta Kejagung Evaluasi Kinerja Kejari Tulang Bawang yang Lemah Ungkap Korupsi

Berita terkini

Berhasil Percepat Penurunan Stunting, Kabupaten Mesuji Raih Penghargaan dari BKKBN